Ganti Bahasa (..)

Rizal Haryo Wibisono, mahasiswa semester akhir Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Islam Malang (UNISMA), berhasil meraih juara pertama dalam ajang International Essay Writing Competition 2025. Kompetisi ini merupakan hasil kerja sama antara UNISMA (Indonesia), National Pingtung University (Taiwan), dan Rajamangala University of Technology (Thailand). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi di ketiga negara.
Kompetisi yang mengangkat tema utama “Study Abroad” ini bertujuan untuk menggali perspektif mahasiswa mengenai pengalaman belajar di luar negeri. Rizal memilih subtema “The Advantages and Disadvantages of Studying Abroad”, berdasarkan pengalamannya sebagai peserta program pertukaran pelajar selama satu semester di Taiwan.
Esai berjudul “The Odessey of Study Abroad to Create A Better Future of Myself” yang ditulis oleh Rizal berhasil menarik perhatian dewan juri. Judul tersebut, menurut Rizal, terinspirasi dari karya epik Yunani Kuno The Odyssey karya Homer, sebagai metafora dari perjalanan akademik dan pribadi yang penuh tantangan dan pembelajaran selama studi di luar negeri.
“Penggunaan istilah Odessey menggambarkan proses transformatif yang saya alami, baik secara akademik maupun pribadi,” ungkap Rizal. Ia menambahkan bahwa perjalanan tersebut memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya keberanian, adaptasi, dan pertumbuhan dalam konteks global.
Di balik pencapaiannya, Rizal mengakui bahwa ia sempat mengalami keraguan, terutama dalam hal penggunaan Bahasa Inggris yang menjadi syarat utama kompetisi. “Saya menghadapi tantangan dalam pemilihan diksi dan struktur kalimat. Rasa percaya diri saya sempat menurun karena banyak peserta berasal dari latar belakang pendidikan Bahasa Inggris,” ujarnya. Namun, berkat bimbingan dari dosen pembimbing, Rizal berhasil meningkatkan kualitas tulisannya dan mendapatkan kembali kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat internasional.
Momen pengumuman pemenang menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Rizal. Ia mengaku merasa haru, bangga, dan sekaligus tidak percaya dapat meraih pencapaian tertinggi dalam kompetisi tersebut. “Kemenangan ini menjadi titik balik dalam perjalanan akademik saya. Saya berharap pencapaian ini menjadi awal dari berbagai peluang pengembangan diri ke depan,” tuturnya.
Capaian Rizal Haryo Wibisono tidak hanya membanggakan dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi prestasi kolektif yang mengharumkan nama UNISMA di kancah internasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UNISMA, memiliki potensi untuk bersaing dan berprestasi di panggung global melalui karya akademik yang berkualitas dan reflektif.
lihat juga :Keren, Mahasiswa FIA Unisma Juara 1 Lomba Esai Internasional


